Posko Check Point Tetap Ada Selama Covid-19 Berlangsung
SAMARINDA –Dalam
mencengah dan memanimalisir penularan Coronavirus Disease
2019 (Covid-19) di Wilayah Kaltim, Pemerintah Provinsi Kaltim
bersama dinas dan lembaga terkait telah melakukan
pembatasan pergerakan masyarakat menjelang maupun pasca pelaksanaan
Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dengan membentuk posko
terpadu Covid-19, di pintu masuk masing-masing daerah.
Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H
Hafidz Lahlya mengatakan pembentukan posko terpadu
Covid-19 sudah difungsikan sejak H-7 Hari Raya Idul
Fitri 1441 H, dan akan dibubarkan kembali pada H +7 pasca hari Raya
Idul Fitri, dengan tujuan agar mobilitas pergerakan
masyarakat bisa dibatasi, dalam upaya memutus mata rantai penularan
Covid-19 di Kaltim.
“
Dengan posko terpadu Pembatasan pergerakan masyarakat baik sebelum
maupun sesudah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri ini sangat penting,
sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di
wilayah Kaltim, untuk posko check point akan
tetap ada selama pandemi Covid-19 masih berlangung , ” tandas
Hafidz Lahlya, Rabu (27/5/2020).
Untuk
total Pokso terpadu, lanjut Hafidz ada sekitar 93 posko yang terdiri
posko Covid-19 dan posko check point, yang tersebar di
seluruh perbatasan di masing-masing daerah, dan pendirian posko-posko
tersebut atas kerjasama dengan dinas perhubungan bersama dinas terkait
kabupaten/kota.
“ Untuk
pengaturan larangan keluar masuk pada suatu daerah, itu ditentukan
dan diatur langsung oleh masing-masing kabupaten/kota,
khususnya daerah yang dianggap rawan pandemi Covid-19,
seperti Kota Balikpapan, maupun daerah lainnya, itu sangat ketat
penjagaannya, sementara kita di Prov insi hanya mengikuti apa yang sudah
diatur oleh daerah,” kata Hafidz Lahlya.
Hafidz
berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyadari
bahwa saat ini penularan Covid-19 di wilayah Kaltim masih
berlangsung , Karena itu diharapkan kesadaran masyarakat untuk
tidak melakukan perjalanan pasca Hari Raya Idul Fitri.
“ Dengan
mematuhi anjuran pemerintah, dengan tidak melakukan perlajanan setelah
pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, selalu disiplin melakukan physical
distancing, rajin mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah melakukan
aktibvitas dan selalu memakai masker bila keluar rumah, merupakan
kontribusi nyata kita dalam membantu pemerintah dalam memutus penularan
Covid-19 di Kaltim,” pesan Hafidz Lahlya.(mar)